Berita Pengadilan

portfolio

Berita Pengadilan

Berisikan Menu Tentang Semua Berita Yang Terjadi Pada Pengadilan Agama Baturaja Termasuk Juga Kumpulan Galeri Foto Kegiatan atau Kejadian di Pengadilan Agama Baturaja

APEL PAGI PEGAWAI PENGADILAN AGAMA BATURAJA

             apel 126.PNG   apel 126.PNG

Pengadilan Agama Baturaja melaksanakan Apel Pagi dengan bertindak sebagai Pembina adalah Ketua Pengadilan Agama Baturaja, YM. Sri Roslinda, S.Ag. M.H., dan diikuti oleh Hakim, Panitera, Sekretaris, Pejabat Struktural dan Fungsional, Pelaksana serta PPPK, Senin (26/1//2026).

@humasmahkamahagung
@ditjenbadilagmari
@pta_palembang
@kemenpanrb
_________________________________
P.A.K.A.M.
Profesional - Amanah - Kerja Keras - Akuntabel - Melayani

Telepon : 0813-7990-223
Website : pa_baturaja.go.id
Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Facebook : Pengadilan Agama Baturaja
Instagram : pa_baturajanew

Menjadi ASN "Zaman Now" Adalah Garda Terdepan, Bukan Sekadar hanya Seragam, Tapi Benteng Kedaulatan untuk Bangsa dan Negara Kita.

Oleh: M Reyhan Fuadhi A.md.,Kom

Di tengah hiruk-pikuk disrupsi dunia digital zaman sekarang dan dinamika geopolitik yang tak menentu, pertanyaan mendasar muncul: masih relevankah nilai-nilai kebangsaan di era kecerdasan buatan (AI) yang semakin marak dan semakin banyak? Bagi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), jawabannya bukan sekadar "relevan", melainkan "mutlak". Agenda I Pelatihan Dasar ASN ini memberikan fondasi kuat  agar kita melalui tiga pilar utama: Wawasan Kebangsaan, Analisis Isu Kontemporer, dan Kesiapsiagaan Bela Negara.

  1. Menakar Ulang Nasionalisme: Lebih dari Sekadar Hafalan

Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara. Tantangan terbesarnya saat ini adalah pendangkalan makna. Nasionalisme seringkali hanya dianggap oleh Sebagian orang sebagai simbolisme belaka. Namun, sejatinya, memahami empat konsensus dasar (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI) adalah tentang menemukan "titik tuju yang jelas" di tengah perbedaan.

Upaya yang harus dilakukan bukan lagi sekadar menghafal teks proklamasi, melainkan menginternalisasi nilai cinta tanah air dan sadar berbangsa dalam pelayanan publik. Bela negara di masa damai adalah tentang profesionalisme dan integritas—menolak gratifikasi adalah bentuk nyata membela kedaulatan moral bangsa kita.

Apa aksi nyata kita yang lakukan? Bukan sekadar hafal dan mengingatnya, tapi paham dan mengamalkan nilai-nilai yang ada, Profesionalisme dalam pelayanan publik sebagai wujud kita cinta tanah air ini. Integritas tanpa kompromi, Menolak gratifikasi dengan tegas adalah cara kita "berperang saat ini" menjaga kedaulatan moral bangsa di masa saat ini, Nasionalisme adalah kerja nyata dan aksi, bukan sekadar hanya kata-kata belaka.

 

  1. Melawan Musuh Tak Kasat Mata: Isu Kontemporer

Dunia tidak lagi hanya menghadapi perang fisik melainkan perang digital atau berperang melawan diri kita sendiri. Analisis Isu Kontemporer Adalah bentuk ancaman modern yang lebih destruktif: korupsi, narkoba, terorisme/radikalisme, hingga perang cyber (proxy war). Di era hoaks dan diera AI yang sangat mudah memanipulasi Masyarakat, ASN ditantang untuk memiliki kemampuan critical thinking dan Berpikir sebelum bertindak.

Permasalahan sering muncul ketika ASN terjebak dalam arus informasi yang keliru atau bahkan menjadi bagian dari penyebar kegaduhan di Media Sosial. Upaya mengatasinya adalah dengan penguasaan teknik analisis isu, seperti USG (Urgency, Seriousness, Growth) atau Fishbone Diagram, untuk memetakan masalah secara objektif. Kita harus menjadi penyaring informasi (filter) sebelum menerima informasi, bukan sekadar penyalur (forwarder) dan menyebarkan tanpa menyaring terlebih dahulu.

 

  1. Raga yang Tangguh, Jiwa yang Teguh

Pilar terakhir, Kesiapsiagaan Bela Negara, seringkali disalahpahami sebagai latihan militer semata. Padahal, inti dari modul ini adalah kesiapan fisik, mental, dan sosial. Bagaimana seorang ASN bisa melayani masyarakat jika fisiknya sakit-sakitan atau mentalnya rapuh menghadapi tekanan?

Tantangan ke depan adalah beban kerja yang semakin kompleks. Upaya yang ditawarkan adalah melalui pola hidup sehat dan disiplin tinggi. Kesiapsiagaan ini adalah modal dasar untuk menjalankan fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.

Penutup

Tiga pilar utama: Wawasan Kebangsaan, Analisis Isu Kontemporer, dan Kesiapsiagaan Bela Negara. ini bukanlah materi yang terpisah, melainkan satu kesatuan ekosistem pembentuk karakter. Wawasan kebangsaan adalah kompasnya, analisis isu adalah peta navigasinya, dan kesiapsiagaan adalah bahan bakarnya.

Menjadi ASN di tahun 2026 ini bukan lagi soal zona nyaman, melainkan tentang bagaimana kita siap setiap tarikan napas pengabdian kita menjadi bukti nyata bela negara buat bangsa ini. Indonesia tidak butuh ASN yang pintar secara akademik saja, tapi butuh ASN yang memiliki "darah" nasionalisme dan "otot" untuk integritas yang kuat.

KAJIAN RABU SORE PENGADILAN AGAMA BATURAJA ANGKAT HIKMAH ISRA MIKRAJ NABI MUHAMMAD SAW

              KAJIAN1.PNG  KAJIAN2.PNG

Baturaja, 21 Januari 2026 — Pegawai Pengadilan Agama Baturaja kembali melaksanakan kegiatan Kajian Rabu Sore yang diikuti oleh para hakim serta seluruh pegawai Pengadilan Agama Baturaja. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Mushola Al-Ikhlas Pengadilan Agama Baturaja sebagai bagian dari pembinaan rohani dan peningkatan keimanan aparatur peradilan.

Kajian kali ini menghadirkan Wakil Ketua Pengadilan Agama Baturaja, YM. Aman, S.Ag., S.E., S.H., M.H., M.M., sebagai pemateri, dengan Amrin Fitriansyah, S.H. bertindak sebagai pembawa acara. Suasana kajian berlangsung tertib dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menimba ilmu agama.

Dalam tausiyahnya, YM. Aman menyampaikan materi bertema Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Beliau mengawali dengan penjelasan tentang peristiwa Isra yang tercantum dalam Surat Al-Isra ayat 1, yang mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Sementara peristiwa Mikraj dijelaskan melalui Surat An-Najm ayat 13-18, yang menggambarkan perjalanan Rasulullah SAW menerima tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Lebih lanjut, beliau menguraikan bahwa sebelum peristiwa Isra Mikraj, Rasulullah SAW mengalami masa yang sangat berat, di antaranya wafatnya paman beliau Abu Thalib serta meninggalnya istri tercinta Siti Khadijah. Peristiwa tersebut menjadi ujian besar bagi Rasulullah SAW sebelum Allah SWT memberikan penghiburan dan kemuliaan melalui Isra Mikraj.

Tujuan utama Mikraj, lanjut beliau, adalah untuk menerima perintah shalat, yang pada awalnya diwajibkan sebanyak 50 waktu, kemudian diringankan menjadi 5 waktu sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Menutup tausiyahnya, YM. Aman juga mengingatkan bahwa saat ini umat Islam telah memasuki bulan Syaban, bulan di mana derajat diangkat dan amal perbuatan dilaporkan kepada Allah SWT. Bulan Syaban merupakan momentum persiapan menuju bulan suci Ramadhan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, khususnya shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

PANITERA PENGADILAN AGAMA BATURAJA TEKANKAN PROFESIONALISME APARATUR MELALUI BRIEFING PELAYANAN

               BERIPING A.PNGBERIPINGB.PNG

                                                             BERIPINGC.PNG

Baturaja, 21 Januari 2026 — Panitera Pengadilan Agama Baturaja, Ahmad Fikri, S.H.I., M.H.I., memberikan briefing pelayanan kepada seluruh aparatur kepaniteraan dan petugas layanan, yang dilaksanakan di ruang resepsionis Pengadilan Agama Baturaja. Kegiatan ini diikuti oleh panitera muda dan panitera pengganti, jurusita dan jurusita pengganti, petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), petugas penjaga sidang, CPNS, serta staf keamanan.

Briefing tersebut bertujuan untuk memperkuat komitmen seluruh aparatur dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pencari keadilan. Dalam arahannya, Panitera menekankan pentingnya sikap profesional, sopan, ramah, serta membiasakan senyum dalam setiap pelayanan yang diberikan kepada para pihak.

Lebih lanjut disampaikan bahwa petugas PTSP, penjaga sidang, dan petugas keamanan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dan wajah pengadilan. Oleh karena itu, mereka dituntut untuk selalu memberikan pelayanan yang baik, responsif, dan mencerminkan citra positif lembaga peradilan.

Pada kesempatan tersebut, Panitera juga memberikan penegasan kepada para jurusita dan jurusita pengganti agar senantiasa memedomani ketentuan dan syarat yang berlaku dalam pelaksanaan perkara eksekusi, sehingga seluruh tahapan eksekusi dapat berjalan sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Selain itu, Panitera menyampaikan apresiasi kepada panitera muda dan panitera pengganti yang telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Kinerja positif tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan demi mendukung kelancaran pelayanan peradilan.

Menutup arahannya, Panitera juga mengapresiasi dedikasi CPNS serta tim IT Pengadilan Agama Baturaja yang dinilai selalu bekerja secara maksimal dan sigap dalam menjalankan setiap perintah dan tugas yang diberikan, sebagai bagian penting dalam mendukung pelayanan dan administrasi pengadilan yang modern dan profesional.

PENGADILAN AGAMA BATURAJA GELAR SIDANG CERAI GUGATDAN MEDIASI SECARA TELECONFERENCE

         SIDANG1.PNG SD2.PNG

         

                                                       SIDANG3.PNG

Baturaja, 20 Januari 2026 – Pengadilan Agama Baturaja melaksanakan persidangan secara teleconference dalam perkara cerai gugat Nomor 33/Pdt.G/2026/PA.Bta. Pelaksanaan persidangan ini merupakan bentuk pemanfaatan teknologi informasi guna mendukung kelancaran proses peradilan.

Sidang yang digelar merupakan sidang pertama dengan agenda pemeriksaan awal perkara, yang kemudian dilanjutkan dengan tahapan mediasi. Persidangan ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara Pengadilan Agama Baturaja dengan Pengadilan Agama Bekasi, Jawa Barat, untuk memfasilitasi para pihak yang berada di wilayah hukum berbeda.

Pelaksanaan sidang jarak jauh tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan domisili para pihak, di mana Penggugat saat ini berdomisili di Baturaja, sedangkan Tergugat berada di wilayah Bekasi. Dengan mekanisme teleconference, proses persidangan dapat tetap berjalan efektif tanpa mengurangi hak-hak para pihak dalam beracara.

Sidang dipimpin oleh hakim tunggal YM. H. Aman, S.Ag., S.E., S.H., M.H., M.M., dengan dibantu oleh Panitera Pengganti Fahrizal, S.H.I. Seluruh rangkaian persidangan berlangsung tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan hukum acara yang berlaku.

Selanjutnya, pada tahapan mediasi, proses dipimpin oleh mediator hakim dari Pengadilan Agama Baturaja, yakni YM. Maswari, S.H.I., M.H.I. Mediasi ini dilaksanakan sebagai upaya pengadilan untuk mendorong tercapainya penyelesaian perkara secara damai antara para pihak.

Melalui pelaksanaan sidang dan mediasi secara teleconference ini, Pengadilan Agama Baturaja terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan peradilan yang modern, adaptif, serta sejalan dengan asas peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan.

 

 

 

IKUTI KAMI

www-removebg-preview.png fb-removebg-preview.png  ig-removebg-preview.png youtube-removebg-preview.png

BANNER ZI Ruang sidang 174x80cm .jpg

 

Copyright © 2025 - Created with by Pengadilan Agama Baturaja